Bagaimana Membangun Merek Dengan Cerita?

Bagaimana Membangun Merek Dengan Cerita?

Saat bisnis kecil memindahkan pemasaran dan operasi mereka secara online, mereka bergabung dengan pasar digital baru yang luas. Dengan pergeseran itu muncul peluang seperti pelanggan baru dan cara baru untuk menjual barang dan jasa, tetapi juga datang dengan persaingan yang kuat.

Di dunia digital, pelanggan memiliki pilihan yang hampir tak terbatas tersedia bagi mereka.

Jadi bagaimana bisnis kecil bersaing dengan raksasa ritel?

Bisnis kecil dapat bersaing di pasar digital yang luas dengan branding yang kuat.

Bisnis kecil memiliki keunggulan dibanding pengecer besar. Itu terjadi karena konsumen ingin berbelanja lebih sedikit, terutama sejak pandemi Covid-19 melanda dan menunjukkan betapa pentingnya mendukung komunitas lokal dan bisnis kecil.

Keuntungan utama dalam bersaing dengan pengecer besar adalah identitas kamu sebagai bisnis kecil, yang harus menjadi aspek menonjol dari merek kamu.

Kamu dapat memanfaatkan keinginan konsumen yang ada untuk berbelanja lebih sedikit dengan menyampaikan cerita tentang identitas bisnis kamu.

Langkah pertama dalam menggunakan kisah merek kamu untuk menemukan lebih banyak pelanggan adalah mendefinisikannya. Secara umum, kisah merek kamu adalah siapa kamu. Ini adalah kombinasi dari:

  • Orang-orang di balik bisnis kamu dan nilai-nilai mereka
  • Tujuan bisnis kamu atau masalah yang kamu coba selesaikan untuk pelanggan
  • Hubungan dengan pelanggan dan bagaimana berinteraksi dengan mereka

Pelajari cara memastikan bahwa kamu memiliki identitas merek yang kuat.

Poin identitas ini bersatu untuk membentuk kisah merek kamu, yang harus dimainkan dalam semua komunikasi, dari halaman Tentang di situs web kamu hingga setiap email yang dikirim.

Pastikan pemasaran digital kamu mencerminkan kisah merek kamu.

Penting untuk menekankan identitas kamu sebagai bisnis kecil di semua merek kamu. Jangan takut untuk terbuka dan menunjukkan orang-orang yang sebenarnya di balik bisnis kamu.

Bagikan dengan mereka alasan kamu mendirikan bisnis, atau pertimbangkan untuk memposting pembaruan tentang bagaimana perkembangannya atau bagaimana teman dan keluarga memberikan bantuan.

Kisah-kisah ini membantu memotivasi orang untuk menjadi pelanggan.

Untuk pelanggan yang sudah ada, cerita ini mungkin memotivasi untuk melakukan pembelian ulang. Bahkan bisa saja, mereka membagikan konten kamu kepada teman dan kerabat mereka, menampilkan kamu ke kumpulan pelanggan potensial yang sama sekali baru.

Dan seperti biasa, pastikan identitas merek kamu tercermin dalam setiap interaksi pelanggan yang kamu lakukan.

Jika kamu menggambarkan diri sebagai orang yang hangat, ramah, dan menarik, maka pengalaman pelanggan seharusnya seperti itu. Jika tidak, akan beresiko terlihat tidak autentik atau tidak dapat diandalkan, yang dapat merusak reputasi merek kamu.

Akhir kata, berikut beberapa tindakan yang dapat dilakukan.

  • Luangkan waktu untuk menentukan identitas merek kamu, mendokumentasikannya, dan merujuknya saat menyusun semua pemasaran dan komunikasi kamu.
  • Pastikan pemasaran digital yang dilakukan mencerminkan identitas merek kamu. Pertimbangkan apakah perlu memperbarui situs web atau membuat logo baru untuk menunjukkan kepada orang-orang tentang siapa kamu.
  • Pastikan merek kamu hidup tidak hanya dalam pemasaran kamu, tetapi juga dalam pengalaman pelanggan Anda. Semua orang yang berhubungan dengan bisnis kamu, terutama mereka yang berinteraksi dengan pelanggan, harus terbiasa dengan pengalaman merek yang disampaikan.

Join the ConversationLeave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment*

Name*

Website

five − 4 =