Tanpa Sepeda

Tanpa Sepeda

Seorang remaja laki-laki dari desa pindah ke kota untuk mencari pekerjaan guna menghidupi keluarganya. Dia melamar pekerjaan di sebuah perusahaan besar.

Setelah beberapa hari, dia pergi untuk menghadiri wawancara. Dia berhasil menyelesaikan semua tes.

Manajer berkata kepadanya, “Anda dipekerjakan, berikan semua detail Anda untuk diproses lebih lanjut. Pastikan juga sepeda Anda dalam kondisi baik, karena Anda harus melakukan banyak perjalanan untuk bertemu dengan pelanggan”.

Anak laki-laki itu menjawab, “Pak, tapi saya tidak punya sepeda.”

Manajer, “Tanpa sepeda, Anda tidak akan mendapatkan pekerjaan ini. Kamu bisa pergi sekarang.”

Anak laki-laki itu meninggalkan tempat itu sambil memikirkan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Dia punya sedikit uang yang bisa memberinya makan hanya untuk beberapa hari ke depan.

Tapi dia tidak ingin kembali ke desanya tanpa pekerjaan. Dia percaya diri dalam mendapatkan pekerjaan.

Saat dia berpikir, dia menemukan pasar sayur yang besar. Kemudian sebuah ide muncul.

Dia memutuskan untuk membeli sayuran dari pasar dengan uang yang tersedia. Kemudian pergi untuk menjual sayuran itu dari pintu ke pintu dengan berjalan kaki. Pada akhir malam, dia menjual semua sayuran itu dan mendapat untung besar.

Dia mendapatkan keyakinan bahwa dia bisa mendapatkan dari ini.

Sejak saat itu, setiap pagi, dia akan pergi ke pasar sayur untuk membeli sayuran segar dan menjualnya dari pintu ke pintu sampai persediaannya habis.

Dia melanjutkan kerja kerasnya setiap hari, dan dalam beberapa tahun, dia mengembangkan bisnisnya. Segera ia menjadi salah satu pengecer rantai makanan terbesar.

Setelah beberapa tahun, salah satu teman barunya mengunjungi rumah besarnya, di mana mobil berada di garasinya.

Melihat ini, temannya bertanya, “Kamu punya koleksi mobil yang bagus, dan apakah kamu punya koleksi sepeda.”

Pria itu menjawab, “Saya tidak pernah membeli sepeda untuk diri saya sendiri.”

Dengan terkejut, dia bertanya, “Mengapa kamu tidak membeli sepeda?”

Pria itu menjawab, “Jika saya membawa sepeda, saya tidak akan memiliki mobil ini.”

Pesan moral dalam cerita:

Jika kita menginginkan sesuatu dan tidak pernah mendapatkannya, kita tidak boleh kehilangan harapan akan hal itu.

Kita harus melanjutkan kerja keras kita karena kita tidak tahu takdir apa yang ada di depan.

Join the ConversationLeave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Comment*

Name*

Website

seven − three =